Menangis Di Bawah Hujan

Menangis Di Bawah Hujan



Di dalam hidup, tidak selamanya manusia akan berada di dalam zona kebahagiaan. Terkadang, manusia juga terjebak di lubang kesedihan, kesedihan yang membuatnya harus meneteskan air mata. Tidak ada satu orang pun yang terlalu kebal dengan rasa sakit, terlalu biasa dengan rasa sedih. Semua orang pasti pernah ada di dalam posisi yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis. Bukan hanya perempuan, bahkan sejatinya seorang pria juga bisa menangis. Bagaimanapun juga manusia tercipta dengan hati, hati manusia seolah memiliki rasa sendiri, rasa yang tidak akan pernah bisa dibohongi. Jadi meskipun tidak diinginkan, terkadang harus menangis juga. Tetapi tidak selamanya kesedihan harus diperlihatkan, tidak semua kesedihan mampu diceritakan. Dan menangis adalah salah satu jawabannya.
Kamu pasti pernah berada di dalam keadaan yang tidak tau harus berbuat apa, tidak mengerti lagi apa yang harus kamu katakan, hingga tanpa terasa air mata menetes dari matamu. Jika saat ini hujan, cobalah untuk menceritakannya kepada hujan. Tumpahkan air matamu bersama jatuhnya tetes hujan, menangis di bawah hujan akan menjadikanmu jauh lebih hangat. Meski tidak ada satu orang pun yang tau bahwa kamu sedang menangis, hujan bisa memahamimu. Hujan akan menemani setiap tetesan air matamu, hujan akan membiaskan kesedihanmu. Tidak ada hal lain seindah hujan, terutama saat kamu sedang dirundung rasa sedih. Hujan selalu menjadi penyempurna setiap rasa yang kamu rasakan, bahkan terkadang hujan seolah mampu menggambarkan apa yang sedang kamu rasakan, tanpa kamu mengungkapkannya.


Menangis di bawah hujan akan menutupi kesedihanmu, jika ada orang yang iba dengan kesedihanmu, tidak menutup kemungkinan ada orang yang tertawa di atas kesedihanmu. Hidup ini penuh dengan dua hal yang berbeda, antara iya dan tidak, baik dan buruk, pro dan kontra. Jangan pernah berharap semua orang akan ada di pihakmu, terutama saat kamu sedang terpuruk. Karena itu tidak mungkin, hidup ini selayaknya bara api yang siap menyala, sewaktu-waktu bisa memberikan kejutan yang tidak dikira. Kejutan itu tidak selamanya baik, justru banyak kejutan yang akan membuatmu merasa jauh lebih buruk. Salah satu cara menjaga diri sendiri adalah dengan menutupi kesedihanmu, jika ada orang yang tidak menyukaimu dan mengerti bahwa kamu sedang sedih, ini akan jadi momen terbaik untuk menjatuhkanmu. Menangis di bawah hujan akan membiaskan kesedihanmu, orang-orang tidak akan tau bahwa kamu sedang menangis. Saat air mata bercampur dengan air hujan, kesedihan terbiaskan menjadi kebahagiaan.
Meskipun tidak selamanya mudah menutupi rasa sedih, tapi selalu ada alasan untuk tetap terlihat bahagia. Dia dan mereka semua tidak pernah benar-benar mau menjadi sandaran rasa sedihmu, sekalipun mau, itu hanya dari yang terlihat, lain cerita di dalam hatinya. Saat bersedih, hujan adalah bagian yang teristimewa, hujan menjadi tempat terhangat untuk mengungkapkan semua cerita. Air mata yang terjatuh akan hanyut dan bermuara ditempat yang luas, air matamu akan memahami banyak hal tentang hidup. Saat air matamu bermuara, bertemu dengan air mata orang lain, maka seharusnya bisa menyadarkanmu, bahwa semua orang juga mengalami kesedihan, bahkan mungkin lebih dalam. Tetapi kekuatan mereka untuk bangkit membuat mereka tetap mampu berpijak di bumi dengan kaki yang kokoh.
Menangis di bawah hujan tidak akan memperlihatkan kelemahanmu, bagaimanpun juga menangis adalah tanda titik lemah manusia, dan semua orang memiliki itu. Tapi tidak semua orang memperlihatkan kelemahan itu, dengan menangis di bawah hujan setidaknya kelemahanmu terbiaskan dengan kekuatan Tuhan, menurunkan derasnya hujan. Semua orang pasti pernah menangis, entah karena perkara apapun. Tidak ada yang salah dengan menangis, meskipun menangis adalah tanda kelemahan, tetapi menangis menjadi tanda kelebihan yang dimiliki manusia. Dengan menangis, itu menandakan betapa perdulinya manusia dengan suatu hal. Manusia tercipta dengan hati, hati tidak lemah, meskipun tidak pernah benar-benar kuat. Hati manusia sejatinya tidak lemah, karena hati manusia terbiasa merasakan kesedihan, kekecewaan, rasa sakit dan lain sebagainya, tetapi hati tidak pernah menangis. Tidak ada satu orang pun yang benar-benar memahami isi hati orang lain, hati adalah sebuah rahasia. Rahasia yang hanya Tuhan dan pemiliknya saja yang tau. Isi hati seseorang hanya bisa ditebak dari apa yang terlihat di wajahnya. Saat tertawa, itu berarti hatinya sedang bahagia, saat menangis itu berarti hatinya sedang bersedih. Manusia hanya bisa menilai sampai titik itu, selebihnya tidak ada yang tau.
Hati manusia sebenarnya terbiasa untuk merasakan banyak hal, hati manusia terlatih untuk mengatasi banyak permasalahan. Tetapi hati manusia juga tidak jarang dikejutkan dengan permasalahan baru, ini yang terkadang membuat hati tidak mampu menahan sedih. Hingga pada akhirnya membuat air mata tidak lagi mampu terbendung.
Entah kenapa, menangis di bawah hujan seolah menjadi jawaban. Sebagai cara terindah untuk meneteskan air mata, ini bukan menceritakan sebuah drama, karena memang pada kenyataannya itu yang terasa. Jika kamu pernah menangis di bawah hujan, kamu akan memahami hal ini. Hujan selalu menjadi teman yang indah untuk berbagi air mata. Meskipun hujan tidak pernah benar-benar memahami maksudmu menangis, karena hujan bukan Tuhan. Dari begitu istimewanya hujan, tetap Tuhan yang menciptakannya. Hujan hanya sebagai media untuk mencurahkan isi hatimu kepada Tuhan, saat kamu mampu berbicara dari hati untuk Tuhan, maka Tuhan akan memberikan jawabannya. Menangis di bawah Hujan akan membuatmu merasa kecil, membuatmu merasa lemah dan di saat itu Tuhan akan terasa dekat.

No comments:

Post a Comment