Menjadi Sempurna Adalah Harapan Yang Sia-sia
Manusia memang sejatinya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling
sempurna, tapi itu bukan berarti bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna.
Tidak ada satu hal pun yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah
milik Tuhan. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa mencapai titik
sempurna, sekeras apapun dia mencoba, tetap saja tidak ada satu manusia pun
yang sempurna.
Sebagai manusia, kamu hanya dituntut dan memiliki kewajiban untuk
menjadi lebih baik, tidak pernah ada yang memintamu untuk menjadi sempurna.
Karena menjadi sempurna adalah harapan yang sia-sia. Sebaik-baiknya manusia,
tetap ada hal yang tidak baik di dalamnya, sekecil apapun itu. Jadi jika saat
ini kamu merasa bahwa dirimu terlalu jauh dari kata sempurna, semua orang juga
demikian.
Oleh sebab itu, jangan pernah kamu merasa kamu begitu berada di bawah,
karena tidak ada manusia yang sempurna. Tapi juga tidak boleh merasa bahwa kamu
benar-benar ada di posisi puncak, karena tidak ada satu manusia pun yang bisa
berada di titik sempurna.
Jika kamu mempunyai pasangan, sudah sewajarnya kamu menerimanya
sepenuhnya, segala kebaikan dan keburukannya, tidak seharusnya kamu memintanya
untuk menjadi sempurna, karena itu tidak mungkin. Kamu hanya bisa memintanya
untuk sebatas menjadi lebih baik, karena semua orang memiliki kewajiban untuk
menjadi lebih baik setiap waktu. Jika dibandingkan dengan kata sempurna,
manusia sama sekali tidak ada apa-apanya, manusia jauh dari kata sempurna.
Sejatinya manusia tercipta dengan hati dan pikiran di dalamnya, hati dan
pikiran manusia menjadi tombak bermata dua, karena hati dan pikiran manusia
bisa menjadikan dirinya menjadi lebih baik, tapi juga bisa membuatnya menjadi
lebih buruk. Karena di dalam hati manusia ada bagian yang bernama nafsu, adanya
nafsu dalam diri manusia menandakan bahwa manusia tidak sempurna.
Manusia juga tidak akan bisa melakukan semua hal sendirian, manusia
membutuhkan campur tangan orang lain untuk bisa mencukupi kebutuhannya. Dari
sini juga sudah terlihat jelas, bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan
menjadi sempurna adalah harapan yang sia-sia. Pada dasarnya setiap orang ingin
menjadi lebih baik atau bahkan menjadi yang terbaik, tetapi manusia tetap tidak
akan mencapai titik sempurna dari segala hal.
Saat ini coba kamu perhatikan dirimu sendiri, kamu pasti mempunyai satu
keahlian yang benar-benar membuatmu merasa hebat, tetapi di sisi lain kamu
pasti memiliki kekurangan, kamu tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh
orang lain untuk beberapa hal. Kesempurnaan manusia hanya sampai pada titik
itu, saat memiliki kelebihan dan memiliki kekurangan. Tidak ada satupun manusia
di dunia ini yang luput dari kekurangan.
Perjalanan hidup manusia akan menjadikannya berbeda satu sama lain,
selain itu takdir manusia juga tidak ada yang sama. Dari manusia yang berbeda
itu, tidak ada satupun yang sempurna, manusia hanya menjadi lebih baik satu
sama lain, dan menjadi lebih buruk satu sama lain. Manusia selalu ada di titik
itu, kamu dan dia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Meski ini menandakan ketidaksempurnaan manusia, tetapi hal ini menjadi
penyempurna kehidupan manusia. Sejatinya manusia tercipta dengan ambisi, ada
saja orang yang merasa bahwa segalanya bisa dia dapatkan, hal ini memang
terkadang baik, tapi saat ambisi tidak mampu dikendalikan, dia akan ada dalam
harapan yang sia-sia. Karena ada beberapa hal di dunia ini yang tidak bisa
dimiliki dan dilakukan oleh manusia, manusia penuh dengan keterbatasan, itu
keniscayaan.
Menjadi sempurna adalah harapan yang sia-sia, karena titik sempurna
tidak akan pernah ditemukan oleh manusia. Satu-satunya yang sempurna adalah
Tuhan, jika ada seseorang yang mengaku bahwa dirinya sempurna, maka dia adalah
orang yang sangat angkuh dan belum benar-benar mengerti arti hidup yang
sebenarnya.
Sebagai manusia kamu memiliki kewajiban untuk menjadi lebih baik,
upayakan saja bagaimana caranya bisa menjadi lebih baik, jangan pernah berupaya
untuk menjadi sempurna, karena menjadi sempurna adalah harapan yang sia-sia.
Saat seseorang mengejar kesempurnaan, dia akan terjebak dalam harapannya
sendiri. Karena sejatinya manusia tidak mengerti tentang arti kata sempurna,
bahkan pemikiran manusia tidak mampu memikirkannya.
Jika kamu adalah manusia yang percaya dengan kesempurnaan Tuhan,
seharusnya kamu tidak akan pernah berharap menjadi sempurna, apalagi menuntut
orang lain untuk menjadi sempurna. Pada kenyataannya, seseorang yang lebih baik
justru akan merasa bahwa dirinya banyak kekurangan. Hingga dia jauh lebih keras
berupaya untuk memperbaiki dirinya sendiri. Saat seseorang berbicara tentang
kesempuranaan, itu menandakan jika yang dia miliki hanyalah ambisi dan harapan.
Kapasitas manusia tidak untuk mencapai titik sempurna, karena sampai kapanpun
tidak ada satu manusia yang bisa mencapai titik sempurna.
Tuhan tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan, Tuhan teramat suka
dengan segala hal yang seusai dengan porsinya, sesuai dengan batas
masing-masing. Kapasitas kamu sebagai manusia tidak untuk mencapai titik
sempurna, karena itu sangat berlebihan. Jadilah manusia yang lebih baik dari
waktu ke waktu, lakukan apapun yang kamu bisa untuk mencapai titik kebaikan.
Sekalipun yang kamu lakukan tidak lebih besar dari orang lain, Tuhan akan
sangat menghargai yang kamu lakukan dengan kapasitasmu.
Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, jadi jangan pernah
menuntut seseorang untuk menjadi sempurna. Tuntun dia untuk menjadi lebih baik,
itu saja sudah cukup. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Tuhan tidak
menakdirkan satu manusia pun untuk menjadi sempurna.

No comments:
Post a Comment