Kebenaran Sebuah Keikhlasan
Memiliki
harta berlimpah bukanlah jaminan untuk sebuah kebahagiaan. Hal inilah yang di
rasakan oleh seorang bapak asal Suadi. Dimana bapak berumur 50 tahun tersebut
menderita penyakit gagal ginjal.
Penyakit ini
di ketahui belum lama, setelah beberapa waktu terakhir ia merasa cepat lelah
yang mengakibatkan dirinya harus memeriksakan diri. Meskipun berkelimangan
harta, bapak tersebut bukanlah orang yang suka berlebih-lebihan, dia merupakan
seorang dermawan dan sederhana.
Setelah
melakukan pemeriksaan di rumah sakit dan dokter mendiagnosa bahwa dirinya
terkena gagal ginjal, bapak itu pun tak sedikitpun merasa sedih atau kecewa.
Dia tetap tersenyum menanggapi penjelasan sang dokter. Dalam hatinya ia menganggap
ini adalah ujian Allah SWT yang mungkin bisa menjadi jembatannya untuk derejad
yang lebih tinggi di sisi Allah.
Lain dengan
bapaknya, anak-anak dan keluarga dari bapak tersebut justru panik bukan main.
Mereka merasa kebingungan karena penyakit yang di derita bapaknya bukanlah
penyakit ringan yang bisa disembuhkan hanya dengan obat. Mereka memerlukan
donor ginjal untuk bisa mengembalikan keadaan bapaknya seperti semula.
Suatu hari,
ada salah satu teman anak bapak tersebut yang mampir ke rumah dan menanyakan
keadaan bapaknya. Tanpa sungkan anaknya pun menceritakan keadaan bapaknya yang
sudah semakin melemah. Kemudian temannya tersebut mengusulkan untuk pergi ke
Mesir dan mencari pendonor ginjal.
Mendengar
usulan temannya tersebut, sontak langsung membuat anaknya setuju. Setelah
temannya pamit untuk pulang, sesegera mungkin ia membicarakan hal ini pada
saudara-saudaranya. Para saudaranya pun sependapat dengannya dan ingin segera
membawa bapaknya ke Mesir untuk operasi ginjal.
Namun sebelum
rencana itu di lakukan, tentu harus memohon ijin sang bapak terlebih dahulu.
Awalnya bapak tersebut tidak mau untuk melakukan operasi, karena ia yakin bahwa
inilah takdir yang sudah di tentukan Allah kepadanya.
Karena tak
tega melihat bapaknya yang semakin hari keadaannya semakin lemah, anak-anaknya
pun selalu membujuk sang bapak agar mau melakukan operasi ginjal. Setelah
beberapa waktu sang bapak terus di bujuk, akhirnya bapak tersebut pun mau untuk
pergi ke Mesir dan melakukan operasi ginjal.
Sesampainya
di Mesir, mereka langsung menuju rumah sakit terbesar di sana. Tak berapa lama
kemudian ginjal bapak tersebeut di diagnosa untuk di cocokkan dengan ginjal
pendonor. Akan tetapi, dari sekian banyak pendonor yang bersedia menjual
ginjalnya tak satupun yang diagnosanya sama dengan bapak tersebut.
Saat itu
dalam hati sang bapak merasa cukup lega, karena dia tidak perlu mengorbankan
kesehatan orang lain untuk kesehatan dirinya. Namun anak-anaknya tetap berusaha
keras untuk mencari pendonor yang diagnosa ginjalnya sama dengan bapak mereka.
Setelah cukup
lama mencari dan menunggu, akhirnya ada seorang pendonor yang memiliki diagnosa
sama dengan bapak mereka. Hal ini tentu saja membahagiakan bagi anak-anaknya,
namun lain dengan hati bapaknya.
Akan tetapi
karena selalu di bujuk anak-anaknya, akhirnya sang bapak bersedia untuk
menerima donor tersebut. Dalam hatinya dia berkata “mungkin jika pendonor
ginjal ini seorang laki-laki tua, itu ta begitu bermasalah”.
Seperti yang
sudah anda ketahui, bahwa tidak akan mungkin pendonoran ginjal ini di lakukan
secara gratis. Untuk itulah terjadi sebuah perbincangan dengan sang pendonor
tentang harga yang akan di bayarkan untuk ginjalnya. Hingga terjadi suatu
kesepakatan, yaitu dengan harga Rp. 140 juta.
Setelah semua
beres, tibalah hari operasi. Pada hari itu juga, sang bapak memohon pada
anak-anaknya untuk di pertemukan dengan pendonor ginjalnya dengan tujuan hendak
berterimakasih padanya. Namun sang akan menolak untuk mempertemukan bapaknya
dengan sang pendonor.
Tak bisa membiarkan
hal ini begitu saja, lantas sang bapak terus memohon untuk di pertemukan dengan
pendonor ginjalnya tersebut. Karena tak tega melihat bapaknya terus memohon,
lalu anak-anaknya mengijinkan pendonornya untuk menemui bapak mereka.
Saat sang
pendonor tiba di hadapan bapak tersebut. Seketika wajah bapak tersebut kaget
bukan main. Ternyata pendonor darahnya adalah seorang gadis cantik berusia 17
tahun, bukanlah pria tua yang mungkin sudah tidak berumur panjang lagi.
Seketika itu
dia langsung menolak dengan keras untuk melakukan operasi. Anak-anaknya tentu
tak setuju dengan keputusan bapaknya tersebut, mereka mengatakan bahwa uang pembelian
ginjalnya sudah di bayar tunai lalu bagaimana bisa operasinya di gagalkan
begitu saja.
Namun sang
bapak tetap bersikeras tidak mau melakukan operasi. Bapak tersebut tidak habis
fikir bagaimana dengan kehidupan gadis itu di masa depan jika 1 ginjalnya telah
hilang. Pasti gadis tersebut akan menjalani hidup yang begitu tersiksa dengan
keadaan tubuh yang begitu lemah.
Pada waktu
yang sama, bapak tersebut menanyakan pada gadis tersebut apa alasannya hingga
mau mendonorkan ginjalnya. Dengan wajah yang begitu polos, gadis itu menjawab
kemiskinan adalah alasannya melakukan donor ginjal ini.
Ia juga
menceritakan bahwa uang hasil penjualan
ginjalnya akan di gunakan untuk biaya hidup beberapa bulan atau tahun ke
depan. Karena ia harus membiayai 2 orang adik laki-laki dan 1 adik perempuannya
yang sudah di tinggal mati kedua orangtuanya ketika mereka masih kecil.
Gadis itu
juga mengatakan jika tidak dengan cara ini, maka dia dan adik-adiknya akan
hidup kelaparan. Sedang dia tidak bisa melihat hal itu terjadi pada
adik-adiknya, jika hal itu hanya menimpa dirinya mungkin tak masalah namun
tidak dengan adik-adiknya yang masih kecil-kecil.
Mendengar
cerita gadis cantik itu, hati sang bapak semakin mantap untuk tidak mau
melakukan operasi, dan menanggapi pernyataan anak-anaknya tadi dengan berkata
bahwa uang yang telah di berikan tidak akan di minta kembali.
Dengan hati
yang tidak begitu lega, akhirnya bapak dan anak-anaknya kembali pulang ke
Saudi. Sesampainya disana mereka langsung memeriksakan keadaan ginjal bapaknya.
Sungguh
keajaiban dari Allah, ternyata keikhlasan bapak tersebut membawa hasil yang
luar biasa. Ginjal sang bapak sudah kembali normal dan tidak ada masalah
sedikitpun. Belum begitu percaya dengan hasil pemeriksaan rumah sakit tersebut,
lantas anak-anaknya membawa sang bapak ke rumah sakit yang lebih besar untuk di
periksa kembali.
Namun di
rumah sakit tersebut hasil yang keluar juga sama persis.
Mungkin
inilah yang di maksud dengan keikhlasan yang akan membawa kebaikan bagi siapa
saja yang melakukannya.

No comments:
Post a Comment