Ketulusan Payung dan Mendung

Ketulusan Payung dan Mendung


Payung, kamu pasti mempunyai payung dan menyimpannya di rumah, di salah satu sudut. Tanpa dijelaskan, kamu pasti mengerti apa fungsi payung. Payung bisa menjadi pelindung saat hujan, atau juga melindungi dari terik matahari. Payung selalu menjadi pelindung di saat hujan, saat tetesan hujan turun, payung mampu melindungimu darinya. Payung merelakan dirinya terkena hujan hanya untuk melindungimu, dalam sederas apapun hujan. Payung tidak pernah mengeluhkan betapa dinginnya dia, betapa sakitnya dia terkena tetesan hujan yang terkadang disertai dengan angin kencang. Payung dengan setia dan penuh ketulusan melindungimu dari hujan dan rela menahan dingin yang luar biasa. Tidak hanya itu saja, payung juga bisa kamu gunakan saat panas matahari begitu terik. Teriknya matahari memang akan menghangatkanmu dan seisi bumi, tapi pada saat tertentu, kamu akan merasa sakit karena terik yang begitu luar biasa. Di saat itu kamu bisa menggunakan payung untuk melindungimu dari terik matahari. Payung rela dirinya terbakar kepanasan oleh matahari, hanya untuk membuatmu merasa nyaman tanpa panas yang berlebihan.
Payung selalu bisa memberikan perlindungan untukmu, saat hujan dan terik. Tetapi ada saat dimana payung tidak lagi kamu gunakan, payung kamu campakan begitu saja, yaitu saat mendung. Saat cuaca tidak hujan dan tidak terlalu panas, kamu tidak membutuhkan payung dan kamu melupakannya begitu saja. Payung dan mendung tidak akan pernah menyatu, sampai kapanpun. Meskipun sesaat setelah mendung akan turun hujan gerimis dan payung kembali digunakan, tetap saja payung tidak akan ada saat mendung. Saat mendung tiba, payung hanya akan menunggu hingga turun hujan.
Sikap manusia memang selalu seperti itu, mendatangi suatu hal hanya saat dia membutuhkannya. Lalu kemudian mencampakannya saat dia sudah tidak lagi berguna. Entah kenapa sikap lupa pada manusia itu begitu tinggi, terutama lupa dengan kebaikan orang lain, lupa dengan hal-hal yang membantu dalam perjuangan hidupnya. Meskipun banyak manusia seperti itu, kamu harus bisa belajar untuk bisa menjadi seperti payung, selalu ada saat dibutuhkan, meskipun saat tidak lagi dibutuhkan kamu akan dibiarkan begitu saja. Setidaknya mereka akan sadar bahwa kamu berguna, bahwa kamu bisa diandalkan untuk suatu perkara. Kamu juga harus bisa seperti payung, ketulusan dan juga keikhlasan untuk berkorban. Payung membiarkan dirinya kedinginan karena hujan, mengabaikan rasa panasnya karena terik matahari hanya untuk melindungi pemiliknya.
Dalam hidup kamu, kamu pasti memiliki seseorang yang benar-benar ingin kamu jaga dan kamu lindungi. Kamu menganggap dia adalah seseorang yang pantas mendapatkan perjuanganmu. Untuk dia kamu akan rela menjadi seperti payung, bukan hanya dia yang menjadi milikmu. Saat kamu benar-benar ingin melindunginya, ketulusanmu melakukannya adalah benar-benar ketulusan yang sempurna. Bahkan saat dia adalah milik orang lain, seharusnya kamu rela menjadi payung untuk dia dan kekasihnya. Kamu seharusnya mampu menjadi penjaganya dan juga orang yang dicintainya. Jika kamu sudah mampu melakukan hal itu, kamu layak disebut sebagai payung. Payung yang terkadang benar-benar menjadi malaikat penolong, payung yang rela melakukan apapun untuk menjaganya, meskipun sering kali dia tidak menganggapmu.
Jika saat ini kamu masih menganggap menjadi payung itu menyakitkan, coba kamu pikirkan lagi. Saat kamu bisa menjaga dan melindungi orang yang kamu cintai, apakah itu menyakitkan? Jika kamu benar-benar cinta, kamu akan lebih sakit saat melihatnya terluka, dibandingkan rasa sakit lukamu karena menjaganya. Bukankah seperti itu? Payung melakukan itu karena kesetiaan dan ketulusan payung yang sempurna. Saat dia mampu melakukan apa saja untuk pemiliknya. Payung akan menjadi satu hal yang dicari saat hujan dan terik. Meskipun terkadang payung sama sekali tidak pernah dianggap saat mendung, saat dimana hujan dan terik tidak datang. Saat itulah payung tidak digunakan. Tapi payung tidak pernah menyalahkan keadaan itu, payung akan bertindak sebagaimana tugasnya, yaitu melindungi. Saat orang yang harus dia lindungi tidak sedang membutuhkan perlindungan, payung akan rela dan senang hati terabaikan.
Payung bisa menjadi sesuatu yang sangat indah, bisa menjadi sebuah cerita yang sempurna. Jika selalu ada drama di tengah turunnya hujan, payung adalah pemanisnya, payung membawa cerita yang lebih indah, payung akan mewarnai hujan dengan ketulusan, cinta dan kesetiaan. Saat matahari terlalu terik, payung akan menjadi peneduh yang setia mengikuti setiap langkahmu. Payung selalu menjadi cerita yang manis di tengah hujan dan terik. Payung menjadi bagian yang menyenangkan di tengah kesulitan, di tengah rasa dingin dan kepanasan. Payung hadir dengan ketulusan yang sempurna untuk menjaga seseorang. Payung mungkin bukan sebuah hal yang bisa memberikanmu kemewahan, bisa memberikanmu sebuah pujian yang mampu menerbangkan hatimu. Tapi payung mampu menjagamu di tengah kesulitan.
Jika saat ini kamu mencintai seseorang, tapi dia bukan milikmu, jadilah seperti payung. Saat dia memilih orang lain, itu berarti dia mampu bahagia dengannya. Tapi jika kamu mampu menjadi seperti payung, kamu akan ada di saat dia sedang menjalani waktu yang sulit, jika kamu bisa menjadi payung untuknya, setidaknya kamu bisa menjaganya, kamu bisa menjauhkannya dari rasa sakit, sekalipun kamu tidak bisa membuatnya bahagia. Deras hujan dan terik surya bisa saja menyakitinya, kamu bisa menjaganya dari hal itu dengan menjadi payung. Meskipun terkadang menyakitkan, tapi percayalah itu sangat indah. Berjuang untuk orang yang dicinta, adalah satu hal yang sangat indah, dan mungkin tidak akan pernah terlupakan, selalu membekas sebagai sejarah perjalanan cinta yang kamu lewati. Ketulusan payung seharusnya bisa kamu lakukan, untuk dia, meskipun saat mendung tiba, kamu harus rela melihatnya dengan yang lainnya.


No comments:

Post a Comment