Menjadi Hujan, Hujan Turun Dengan Penuh Kesetiaan
Hujan, kamu pasti pernah bertemu dengan hujan. Tetesan air yang terjatuh
dari langit, dalam jumlah yang tidak bisa dihitung. Terkadang hujan sangat
diinginkan, tetapi terkadang juga sangat disayangkan. Meskipun demikian, hujan
tetap turun sebagaimana semestinya.
Hujan turun dengan penuh kepastian. Kamu bisa belajar untuk menjadi
hujan, yang tetap turun meskipun kadang di benci. Sebenarnya, semua makhluk
yang ada di bumi ini sangat membutuhkan hujan.
Hujan akan membasahi tanah-tanah yang tandus, hujan akan menghijaukan
kembali tanaman yang mulai layu. Menjadi hujan sebenarnya tidak mudah, karena
tidak selamanya kedatangan hujan diinginkan dan disambut oleh manusia. Kendati
demikian, hujan tidak akan pernah melupakan tugasnya untuk tetap membasahi
bumi, untuk tetap menjaga kehidupan.
Banyak orang yang mengaku menyukai hujan, tapi saat hujan turun, mereka
justru berteduh dan bersembunyi. Banyak orang yang mengaku menginginkan hujan,
tapi pada saat tertentu justru menyayangkan kedangannya. Lantas apa yang
sebenarnya harus kamu lakukan jika kamu menjadi hujan?
Hujan selalu datang sebagai penyejuk, hujan turun dengan keindahan dan
juga kebahagiaan. Meskipun banyak orang yang mengumpamakan hujan sebagai sebuah
kesedihan. Entah apa yang membuat orang begitu mengidentikkan hujan dengan
sebuah kesedihan. Harus diakui, sebenarnya hujan turun dengan begitu indah,
dengan cerita yang penuh dengan makna di dalamnya.
Terkadang hujan turun dengan petir dan angin, mungkin saat itu hujan
ingin memperingatkan, bahwa sejatinya manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan
kekuasaan Tuhan. Manusia tidak layak menyombongkan dirinya di hadapan Tuhan.
Tapi terkadang hujan juga turun dengan indah, ditemani hangatnya
matahari, dan terkadang membawa pelangi. Jika hal ini terjadi, mungkin hujan
ingin mengingatkan manusia, bahwasanya Tuhan itu maha Indah dan sangat
romantis. Keindahan pelangi saat hujan terhenti, menjadi kado istimewa dari
hujan untuk bumi.
Menjadi hujan sebenarnya tidak mudah, menjadi hujan akan penuh dengan
rasa disalahkan. Saat hujan turun, ada saja orang yang menyayangkannya, tapi
saat hujan tidak turun dalam waktu yang lama, banyak orang yang
mengharapkannya.
Menjadi hujan seperti halnya dipermainkan bagai mainan. Yang hanya boleh
datang saat diinginkan dan tidak perlu datang saat tidak dibutuhkan. Menjadi
hujan harus memiliki kesabaran yang luar biasa.
Belum lagi jika hujan dibandingkan dengan indahnya hari yang cerah,
dengan hangatnya matahari pagi. Seolah hujan hanyalah kisah kelam di balik
indahnya dunia. Padahal sejatinya, hujan memiliki peran penting dalam
kehidupan, hujan memberikan cukup air untuk kehidupan.
Saat hujan turun, langit menjadi gelap dan udara menjadi dingin,
meskipun banyak orang yang tidak suka dengan hal itu, sebenarnya suasana yang
dingin, gelap dan suara gemercik hujan adalah suasana yang indah, yang akan
sangat dirindukan jika tidak datang dalam waktu yang lama.
Hanya saja, manusia memang tercipta dengan rasa keinginan yang tinggi,
dengan rasa syukur yang kecil, sehingga segala apapun yang ada akan dilihat
dari sisi yang tidak baik, selalu merasa kurang dan menginginkan yang lebih
baik.
Hujan selalu menjadi waktu yang disayangkan, dimana banyak orang
menganggap hujan sebagai momen yang menyedihkan. Jika kamu masih beranggapan
seperti itu, cobalah kamu untuk benar-benar menikmati hujan, cobalah menari dan
tertawa di bawah hujan, maka hujan juga akan menyambut kebahagiaanmu dengan
menjadi hujan yang indah.
Meskipun terkadang datangnya hujan menimbulkan bencana, tetapi ada
banyak pesan yang di bawa di dalamnya. Pesan bahwa apa yang dilakukan oleh
manusia tidak selamanya benar. Keserakahan manusia akan suatu hal justru bisa
mencelakakan dirinya sendiri dan orang lain.
Hujan selalu datang dengan pesan dari Tuhan, dan yang pasti hujan harus
tetap turun untuk menjaga kelangsungan hidup semua makhluk Tuhan di atas bumi.
Hujan tidak perduli bagaimana dia dihujat, bagaimana dia dicaci maki, hujan
tetap turun untuk menjalankan tugasnya.
Dari sini seharusnya kamu bisa belajar untuk menjadi hujan, hidup ini
tidak selamanya mudah, hidup ini tidak selamanya bersahabat. Tetapi yang harus
kamu lakukan hanyalah menjadi pribadi yang bermanfaat, dengan tetap menjalankan
tugas sebagai manusia, untuk tetap bertahan hidup dan mempertanggungjawabkan
diri di hadapan Tuhan.
Pada saat tertentu, kamu bisa menunjukkan diri siapa diri kamu
sebenarnya, sehingga orang tidak merendahkanmu. Seperti hujan yang datang
dengan petir, angin dan langit yang gelap. Itu adalah kehebatan hujan, hujan
bisa saja menghancurkanmu dalam sekejap, lalu apakah kamu masih bisa menghujat
hujan?
Namun terkadang hujan juga turun begitu indah, dengan ditemani hangatnya
matahari dan indahnya pelangi. Pada saat seperti ini, mungkin hujan ingin
mengungkapkan betapa sayangnya hujan untuk bumi dan seisinya. Kado terindah
dari hujan untuk bumi yang bisa anda nikmati.
Bagaimanapun cara hujan untuk turun, hujan tetap membawa berkah yang
luar biasa dari Tuhan. Manusia tidak akan bisa bertahan hidup tanpa air, dan
hujan memberikan hal itu. Hanya saja terkadang manusia terlalu angkuh dan
mengingkarinya.
Sejatinya hujan datang dengan indah, dengan tujuan yang baik dan dengan
pesan yang dalam. Tetapi terkadang manusia mengingkari hal itu, manusia terlalu
angkuh untuk mengakuinya. Hingga banyak manusia yang justru menghujat datangnya
hujan, dan membenci setiap dampaknya.
Dari sini kamu bisa mengerti betapa sulitnya menjadi hujan, tetapi itu
yang harus terjadi. Saat kamu memiliki tugas untuk melakukan suatu hal, tentu
saja harus kamu lakukan, sekalipun banyak orang yang tidak menyukainya, banyak
orang yang menghujat apa yang anda lakukan. Tetapi jika itu adalah tugas yang
harus kamu lakukan, maka lakukanlah.

No comments:
Post a Comment