Rasa Curiga Justru Menyiksamu Sendiri
Manusia diciptakan untuk memiliki banyak rasa di dalam hatinya.
Kehidupan seseorang akan membuatnya belajar untuk membentuk karakter dari apa
yang dirasakannya. Salah satu yang sering muncul dan sangat mengganggu kehidupan
seseorang adalah rasa curiga. Rasa curiga bisa terjadi untuk hal apa saja, dan
seharusnya kamu menyadari, rasa curiga justru menyiksa dirimu sendiri.
Curiga justru akan membuat kamu tidak tenang, rasa curiga dan ketenangan
adalah dua hal yang bertolak belakang. Pada akhirnya rasa curiga yang
berlebihan menjadi faktor pembentukan karakter kamu yang sebenarnya kurang
baik, misalnya saja kamu menjadi orang yang protektif, orang yang tidak bisa
bersosialisasi karena selalu mencurigai semua hal di sekitar kamu.
Bukankah ini sesuatu yang sebenarnya tidak baik?
Memang terkadang bersikap dan bertindak hati-hati itu akan membantu kamu
selamat dari kemungkinan buruk. Akan tetapi tidak selamanya kecurigaan bisa
menyelamatkan diri kamu. Sebaliknya justru bisa membuatmu benar-benar tersiksa
karena dirimu sendiri, kamu menjadi pribadi yang tidak ada rasa toleransi sama
sekali.
Saat sudah ada pada titik itu, kehidupan sosial kamu akan sedikit
terganggu. Karakter kamu juga lama kelamaan akan menjadi karakter yang tidak
baik, saat rasa toleransi hilang dan rasa curiga memenuhi hati dan pikiran
kamu, saat itu juga kamu akan mulai kehilangan kehidupan kamu yang
menyenangkan.
Segala isi di dalam kehidupan ini terlalu indah untuk dicurigai, tetapi
juga terlalu berbahaya untuk diberikan kepercayaan sepenuhnya. Sebagai contoh
adalah jika kamu menjadi seseorang yang pencuriga dengan pasangan kamu, apakah
dengan mencurigainya bisa membuat kamu menjadi tenang?
Tidak sama sekali, kamu justru akan sangat jauh dari rasa tenang. Lantas
apakah saat kamu mencurigainya, kemudian membuat dia bahagia bersamamu? Tidak
juga, semua orang pasti ingin mendapatkan kepercayaan, terlebih lagi dengan
orang yang sedang dekat. Kamu juga harus ingat satu hal yang penting, manusia
tercipta sebagai makhluk sosial.
Itu berarti manusia memang ditakdirkan untuk bersosialisasi satu sama
lain, tidak memandang gender, status, agama, ras, dan lain sebagainya. Manusia
sama-sama diciptakan sebagai makhluk sosial yang memang harus bersosialisasi.
Saat kamu melarang pasangan kamu untuk bersosialisasi dengan orang lain,
itu berarti kamu bukan manusia yang selayaknya manusia. Kecurigaanmu
terhadapnya justru akan menjauhkanmu dari dia. Selain rasa curiga, manusia juga
diciptakan dengan sikap tanggung jawab. Jadi tanpa kamu mencurigainya, dia akan
bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.
Sejak kecil, manusia sudah diajarkan arti tentang konsekuensi. Hal ini
yang membuat manusia tidak pernah ingin mendapatkan konsekuensi buruk di dalam
hidupnya. Tanpa kamu meminta, dan tanpa kamu mengekangnya, dia akan berusaha
menjadi pribadi yang lebih baik, dia akan berusaha tidak mengecewakanmu.
Karena dia juga manusia, yang pasti memiliki keinginan dan ambisi
menjadi yang terbaik. Selain itu, rasa curiga justru menyiksamu sendiri, karena
pikiran kamu dipenuhi dengan pikiran yang negatif, akan membuat hati dan jiwamu
tidak tenang.
Itulah alasan kenapa pencuriga selalu tidak bahagia, karena menyiksa
dirinya sendiri dengan hal-hal yang dianggap buruk padahal tidak selalu buruk.
Seharusnya kamu memahami, dia yang kamu curigai juga memiliki etika yang
sama sebagai manusia sepertimu. Dia tidak akan senang jika membuat orang lain
kecewa, apalagi sampai mengecewakanmu.
Rasa kepercayaan yang seharusnya lebih dalam kamu tanamkan di hatimu
untuk dia. Kecurigaanmu justru akan mendangkalkan rasa hormat dia kepadamu, dan
itu akan terus mendangkal jika kamu terus menjadi pribadi yang penuh curiga.
Rasa curiga juga akan membuat karakter yang tidak baik dalam hidupmu,
kamu bisa menjadi pribadi yang posesif dan tidak mudah bersosialisasi. Di dunia
ini, tidak ada satu orangpun yang ingin merasa terkekang, semua orang ingin
memiliki kebebasan dan juga kepercayaan.
Karena rasa percaya yang diterima oleh seseorang akan menambah rasa
hormat di dalam dirinya, itu sangat penting. Rasa hormat dan kehormatan adalah
sesuatu yang tidak ternilai dan tidak bisa ditawar lagi. Semua orang akan
berjuang mati-matian untuk menjaga kehormatannya, dan semua orang akan
menghargai sekecil apapun rasa hormat yang kamu berikan kepadanya.
Sebaliknya jika kamu dipenuhi rasa curiga terhadapnya, tidak ada rasa
percaya sama sekali, dia akan merasa tidak dihormati, dia akan merasa tidak ada
artinya untukmu, selain hanya sebagai tahanan bersyarat.
Kecurigaanmu tentang suatu hal tidak selamanya benar, banyak hal yang
kamu curigai justru tidak seburuk yang ada di pemikiranmu. Saat pikiran kamu
sudah dipenuhi rasa curiga dan pemikiran negatif, saat itu juga ketenangan
dalam hidup akamu akan musnah.
Kamu tidak akan bisa mendapatkan ketenangan yang seharusnya, karena kamu
terlalu memikirkan sesuatu dengan berlebihan. Ketakutanmu akan hal-hal di
sekitar kamu sudah terlewat batas, dan secara langsung akan membatasi hubungan
sosial kamu dengan orang lain.
Selain itu, orang yang dipenuhi rasa curiga tentang semua hal, justru
akan mengurangi rasa hormatnya sendiri. Dalam hidup ini semua hal penuh dengan
imbal balik, penuh dengan sebab dan akibat. Saat kamu menjadi pribadi yang
pencuriga, kamu akan berhati-hati dalam bersosialisasi, bahkan cenderung takut.
Jika hal ini terjadi, rasa hormat orang ke kamu akan hilang. Karena kamu
sendiri tidak bisa menghargainya dengan rasa percaya dan pemikiran yang baik.
Inilah alasan kenapa rasa curiga justru menyiksamu sendiri.
Jika kamu bisa membuat dirimu sendiri menjadi tenang dan damai, kenapa
kamu harus merusak itu dengan rasa curiga? Rasa curiga hanya akan menghancurkan
ketenangan dan kedamaian hati kamu saja.

No comments:
Post a Comment