Meski Harus, Kata Maaf Seharusnya Tidak Terlalu Sering Terucap
Sejak sedari kecil, kamu pasti sering sekali mendengar kata maaf. Kamu
juga diajarkan untuk mengucapkan kata maaf setelah kamu melakukan kesalahan. Teori
itu sudah sangat tertanam dalam di hati dan pikiranmu. Tapi sejatinya meski
harus, kata maaf seharusnya tidak terlalu sering terucap. Semakin sering kamu
mengucapkan kata maaf, itu berarti semakin sering kamu melakukan kesalahan.
Bukankah seperti itu hukumnya?
Manusia memang tidak akan pernah luput dari kesalahan, jika kamu ingin
mengerti seperti apa wujud dan sifat manusia sempurna, kamu tidak akan bisa
menemukannya. Karena sejatinya kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Itulah sebab
kenapa manusia sering melakukan kesalahan, bahkan terkadang bangga dengan
kesalahan yang dilakukannya. Tetapi meskipun kamu sudah tau bahwa tidak ada
manusia yang sempurna, termasuk kamu. Kamu tidak boleh memaklumi semua
kesalahan yang kamu lakukan, dengan alasan kamu tidak sempurna. Saat seseorang
akan melakukan sesuatu, pasti ada pilihan untuk tidak melakukannya. Demikian
juga saat kamu akan melakukan kesalahan, sebenarnya kamu punya pilihan untuk
tidak melakukannya.
Sebenarnya manusia juga diciptakan untuk sedikit mewarisi sikap pemaaf
dari Tuhan, tetapi pada suatu titik tertentu, kata maaf tidak akan lagi
diterima. Sebagai contoh, saat kamu melakukan kesalahan yang berulang-ulang
dengan seseorang, sekali dua kali mungkin kata maaf yang kamu ucapkan akan dia
terima, tetapi jika terlampau sering, kata maafmu tidak akan lagi berguna, kata
maafmu bukan sesuatu yang perlu dipertimbangkan. Bila saat itu terjadi, kamu
seharusnya mengerti satu hal, meski harus, kata maaf seharusnya tidak terlalu
sering terucap.
Kamu tidak bisa mengandalkan kata maaf untuk bisa menebus semua
kesalahanmu. Karena di dalam hidupmu akan ada kesalahan yang tidak membutuhkan
kata maaf darimu untuk menyelesaikannya. Kata maaf yang terlalu sering terucap
dari mulut yang sama, juga akan menurunkan nilainya. Orang yang terlalu sering
mengucapkan kata maaf, tapi tetap melakukan kesalahan dan berulang-ulang, semua
perkataannya tidak akan lagi dipercaya, sekalipun itu adalah ucapan maaf.
Setelah melakukan kesalahan, memang sudah seharusnya meminta maaf. Itu
adalah hukum yang memang harus ditegaskan, tetapi terkadang kata maaf saja
tidak cukup. Apalagi jika kamu terlalu sering membuat kesalahan dan berkata
maaf. Sejatinya orang yang sering mengucapkan kata maaf, sebenarnya dia sedang
menurunkan martabatnya. Saat meminta maaf, memang sudah seharusnya terasa
seperti memohon, itulah yang bisa menjadikan seseorang yang terlalu sering
mengucapkan kata maaf adalah dia yang sedang menjatuhkan martabatnya sendiri.
Itu dimulai dari saat dia melakukan kesalahan, hingga dia harus meminta maaf.
Jadi jika kamu ingin tetap menjaga martabatmu, kamu bisa memulainya dari dalam
dirimu sendiri. Mulai dengan tidak melakukan kesalahan, atau setidaknya
mengurangi kesalahan-kesalahan yang tidak seharusnya kamu lakukan.
Jika kamu bisa menjaga kata maaf, hingga kata itu tidak terlalu sering
terucap dari mulutmu, maka kata maaf yang kamu ucapkan akan tetap memiliki
nilai, akan tetap dianggap sebagai sesuatu yang berharga. Kamu tidak harus
mengucapkan kata maaf, jika kamu tidak melakukan kesalahan, bukankah seperti
itu? Sebaliknya kamu harus mengucapkan maaf jika kamu melakukan kesalahan. Itu
berarti seringnya kata maaf yang kamu ucapkan berbanding lurus dengan banyaknya
kesalahan yang kamu perbuat. Apakah itu bisa disebut sebagai sesuatu yang
membanggakan? Meski harus, kata maaf seharusnya tidak terlalu sering terucap.
Karena jika itu terjadi, itu berarti kamu juga terlalu sering melakukan
kesalahan.
Mau di akui atau tidak, sejatinya tidak ada satu manusia pun di dunia
ini yang senang atau bangga berada di posisi meminta. Tapi setelah kamu
melakukan kesalahan, mau tidak mau kamu harus meminta maaf, dan kamu tidak
pernah tau apakah dia akan menerima permintaanmu atau tidak, itu semua hak dia,
tidak ada keharusan untuknya bisa memberimu maaf. Saat itu terjadi, kamu akan
sadar, bahwa posisi meminta itu tidak menyenangkan, bahkan sangat menyedihkan,
dan terkadang membuatmu seperti pecundang. Lalu apakah kamu masih mau mengumbar
kata maaf?
Sebenarnya tidak ada satu manusia pun yang bisa luput dari kesalahan,
tetapai kamu harus ingat satu hal, bahwa tidak ada manusia yang memiliki sikap
pemaaf seperti Tuhan. Dengan demikian, seharusnya kamu berusaha semaksimal
mungkin untuk menghindari melakukan kesalahan. Kesalahan-kesalahan kecil memang
sering kali tidak terasa, tapi jika sudah pernah melakukannya, kamu pasti akan
memahaminya. Sekalipun tidak ada manusia yang bisa luput dari kesalahan,
manusia tetap dianggap bodoh saat melakukan kesalahan yang sama. Mulai saat
ini, simpan kata maafmu dalam-dalam. Buat kata itu sebagai kata yang berharga,
caranya dengan mengurangi kesalahan-kesalahan yang tidak seharusnya kamu
lakukan. Sebenarnya kamu selalu punya pilihan saat akan melakukan kesalahan,
karena sungguh tidak ada kesalahan yang harus dilakukan, selalu ada pilihan untuk
tidak melakukannya.
Kamu harus meminta maaf saat kamu melakukan kesalahan, tapi meski harus,
kata maaf seharusnya tidak terlalu sering terucap. Karena itu berarti kamu juga
sering melakukan kesalahan. Sebaliknya jika ada orang yang berbuat kesalahan
denganmu, meski tidak ada keharusan memaafkannya, kamu memiliki keharusan untuk
berbuat baik, memberikan maaf adalah salah satu perbuatan baik yang disukai
oleh Tuhan. Kamu, dia dan siapapun di muka bumi ini, pasti pernah melakukan
kesalahan, dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan kesalahan lagi. Karena
kamu tau tidak ada manusia yang sempurna, dan tidak ada yang tau kehidupan
manusia yang akan datang. Yang perlu kamu lakukan adalah berusaha menghindari
kesalahan, sehingga kamu tidak harus mengucapkan kata maaf, karena kata maaf
adalah sesuatu yang sangat berharga.

No comments:
Post a Comment